KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas nikmat dan karunia- Nya
kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul“ Rubella”. Dimana
makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata kuliah
Mikrobiologi.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Dosen Pembimbing kami Bapak Muhammad Alwi, S.Si, M.Si. Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini belum mendekati kesempurnaan. Oleh karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun, sehingga menjadi bahan perbaikan dan kesempurnaan dalam penulisan selanjutnya.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Dosen Pembimbing kami Bapak Muhammad Alwi, S.Si, M.Si. Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini belum mendekati kesempurnaan. Oleh karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun, sehingga menjadi bahan perbaikan dan kesempurnaan dalam penulisan selanjutnya.
Akhir
kata semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya serta bagi para
pembaca pada umumnya.
Palu, 18 Juni 2013
Siti Hardiyanti Tjane
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG ...................................................................................................................... 1
B.
MAKSUD DAN
TUJUAN.................................................................................................................. 1
C.
MANFAAT ...................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN ...................................................................................................................... 2
B.
ETIOLOGI ...................................................................................................................... 2
C.
TANDA DAN
GEJALA....................................................................................................................... 3
D.
PENYEBAB ..................................................................................................................... 3
E.
DIAGNOSA ...................................................................................................................... 4
F.
DAMPAK ...................................................................................................................... 4
1. RUBELLA PADA KEHAMILAN.................................................................................................. 4
2. RUBELLA PADA
PERSALINAN.................................................................................................. 7
3. RUBELLA PADA NIFAS................................................................................................................ 8
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN ...................................................................................................................... 9
B.
SARAN ...................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................................
10
LAMPIRAN ..................................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Rubella
yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman atau campak 3 hari adalah
sebuah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening.
Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella ( virus yang berbeda dari virus yang
menyebabkan campak), yang biasanya ditularkan melalui cairan yang keluar dari
hidung atau tenggorokan. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui aliran
darah seorang wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungnya. Karena
penyakit ini tergolong penyakit ringan pada anak – anak, bahaya medis yang
utama dari penyakit ini adalah infeksi pada wanita hamil, yang dapat
menyebabkan sindrom cacat bawaan pada janin tersebut. Sebelum vaksin melawan
rubella tersedia pada tahun 1969, epidemi rubella terjadi, 6 – 9 tahun. Anak-
anak dengan usia 5 - 9 menjadi korban utama dan muncul banayak kasus rubella
bawaan. Sekarang, dengan adanya program imunisasi pada anak - anak dan remaja
usia dini, hanya muncul sedikit kasus rubella bawaan.
Infeksi
rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan
kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka
risiko terjadinya kelainan adalah 50% sedangkan jika infeksi terjadi trimester
pertama maka resikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and
Gynecologist, 1981)
B.
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit rubella.
2. Untuk mengetahui dampak penyakit rubella pada kehamilan.
3. Untuk mengetahui dampak penyakit rubella pada ibu bersalin.
4. Untuk mengetahui dampak penyakit rubella pada ibu nifas.
C.
MANFAAT
Makalah ini
bermanfaat agar kita mengetahui tentang virus Rubella yang menyebabkan campak
Jerman atau campak 3 hari yang dapat
menyerang ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Rubella
atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan suatu virus RNA dari
golongan Togavirus. Penyakit ini relatif tidak berbahaya dengan morbiditas dan
mortalitas yang rendah pada manusia normal. Tetapi jika infeksi didapat saat
kehamilan, dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan organ dan dapat
mengakibatkan kecacatan. Virus penyebab rubela atau campak Jerman ini bekerja
dengan aktif khususnya selama masa hamil. Akibat yang paling penting diingat
adalah keguguran, lahir mati, kelainan pada janin, dan aborsi terapeutik, yang
terjadi jika infeksi rubela ini muncul pada awal kehamilan, khususnya pada
trimester pertama. Apabila seorang wanita terinfeksi rubela selama trimester
pertama, ia memiliki kemungkinan kurang lebih 52% melahirkan bayi dengan
sindrom rubela kongenital (CRS, Congenital Rubella Syndrome).
Angka
tersebut akan meningkat menjadi 85%, jika ibu terinfeksi rubela pada usia
kehamilan kurang dari 8 minggu. Kelainan CRS yang paling sering muncul adalah
katarak, kelainan jantung, dan tuli. Kemungkinan lainnya adalah glaukoma,
mikrosefalus, dan kelainan lain, termasuk kelainan pada mata, telinga, jantung,
otak, dan sistem saraf pusat. Janin dengan CRS sering kali mengalami retardasi
pertumbuhan intrauteri dan pascanatal. Infeksi rubela yang terjadi pada usia
kehamilan lebih dari 12 minggu jarang menyebabkan kelainan.
B. ETIOLOGI
Rubella
merupakan mikroba yang jenis sifatnya menetap didalam susunan saraf pusat
seseorang yang terinfeksi. Ketika menetap, rubella bisa menjadi aktif (
manifes), sehingga menimbulkan gejala demam rinagn, sedikit batuk atau pilek,
serta merah – merah pada kulkit penderitanya selama 3 hari. Karena ringan
gejala ini sering kurang diperhatikan oleh si penderita. Setelah virus tersebut
seolah - olah tidur di dalam tubuh penderitanya. Namun, sewaktu – waktu virus
tersebut bisa berkembang dan memunculkan gejala berat. Semua ini tergantung
dari kekebakan tubuh orang yang mengidapnya. Jika dibiarkan aktif, virus ini
dapat mengganggu perkembangan saraf motorik dan sensorik koordinasi
keseimbangan seseorang.
a. Masa inkubasi
Periode inkubasi rubella adalah 14 – 23 hari, dengan rata – rata inkubasi
adalah 16 – 18 hari. Masa inkubasi campak Measles adalah 9 – 11 hari antara
hari pertama tertular penyakitnya dan munculnya gejala pertama yaitu gatal
–gatal. Penyakit ini biasanya biasanya dialami antara 10 – 14 hari dari gatal
pertama sampai gatal –gatal hilang. 90% orang yang belum imunisasi campak dapat
terkena penyakit ini dengan mudahnya, karena tingkat penularannya sangat
tinggi. Penyebaran virus ini dalam bentuk cairan yang bersal dari mulut dan
hidung melalui udara.
b. Jangka waktu
Ruam rubella biasanya berlangsung selama 3 hari. Pembengkakan kelenjar akan
berlangsung selama satu minggu atau lebih dan sakit persendian akna berlangsung
selama dua minggu.
C. TANDA DAN GEJALA
Tanda-tanda
dan gejala rubella, terutama pada anak-anak, sering begitu ringan sehingga
sulit untuk dilihat. Jika tanda-tanda dan gejala yang terjadi, mereka biasanya muncul
antara dua dan tiga minggu setelah terpapar virus. Rubella biasanya berlangsung
sekitar dua sampai tiga hari dan gejalanya sebagai berikut:
1. Demam ringan dengan suhu
38,9 derajat Celcius atau lebih rendah
2. Sakit kepala,
batuk, dan merasa mengantuk
3. Hidung tersumbat atau
pilek
4. Radang, mata merah
5. Ruam merah muda yang
diawali pada wajah dengan cepat menyebar ke punggung dan kemudian lengan dan
kaki dan seluruh tubuh.
6. Sakit sendi, terutama
pada wanita muda
7. Sakit tenggorokan
8. Kelenjar leher
membengkak
9. Durasi 3 – 5 hari
D. PENYEBAB
Virus
yang ditularkan melalui kontak udara maupun kontak badan. Virus ini bisa
menyerang usia anak dan dewasa muda. Pada ibu hamil bisa mengakibatkan bayi
lahir tuli. Penularan virus rubella adalah melalui udara dengan tempat masuk
awal melalui nasofaring dan orofaring. Setelah masuk akan mengalami masa
inkubasi antara 11 sampai 14 hari sampai timbulnya gejala. Hampir 60 % pasien
akan timbul ruam. Penyebaran virus rubella pada hasil konsepsi terutama secara
hematogen. Infeksi kongenital biasanya terdiri dari 2 bagian : viremia maternal
dan viremia fetal. Viremia maternal terjadi saat replikasi virus dalam sel
trofoblas. Kemudian tergantung kemampuan virus untuk masuk dalam barier
bayi-bayi lain, disamping bagi orang dewasa yang rentan dan berhubungan dengan bayi
tersebut.
E. DIAGNOSA
Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan gejala klinis yang timbul, dan dari pemeriksaan darah di
laboratorium dengan melihat kadar antibodi IgG dan IgM-nya terhadap rubela.
Diagnosa ditegakkan melalui pemeriksaan serologi. IgM akan cepat memberi respon
setelah keluar ruam dan kemudian akan menurun dan hilang dalam waktu 4 – 8
minggu, IgG juga memberikan respon setelah keluar ruam dan tetap tinggi selama
hidup.
Diagnosa ditegakkan dengan adanya peningkatan titer 4 kali lipat dari hemagglutination-inhibiting
(HAI) antibody dari dua serum yang diperoleh dua kali selang waktu 2 minggu
atau setelah adanya IgM. Diagnosa Rubella juga dapat ditegakkan melalui biakan
dan isolasi virus pada fase akut. Ditemukannya IgM dalam darah talipusat atau
IgG pada neonatus atau bayi 6 bulan mendukung diagnosa infeksi Rubella.
F. DAMPAK
1. RUBELLA PADA KEHAMILAN
a. Definisi
10 – 15% wanita dewasa rentan terhadap infeksi Rubella.
Perjalanan penyakit tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan ibu hamil dapat atau
tidak memperlihatkan adanya gejala penyakit. Derajat penyakit terhadap ibu
tidak berdampak terhadap resiko infeksi janin. Infeksi yang terjadi pada
trimester I memberikan dampak besar terhadap janin. Infeksi Rubella berbahaya
bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada
bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko
terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama
maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and
Gynecologists, 1981).
Bila
ibu hamil yang belum kebal terserang virus Rubella saat hamil kurang dari 4
bulan, akan terjadi berbagai cacat berat pada janin. Sebagian besar bayi akan
mengalami katarak pada lensa mata, gangguan pendengaran, bocor jantung, bahkan
kerusakan otak. Infeksi Rubella pada kehamilan dapaT menyebabkan keguguran,
bayi lahir mati atau gangguan terhadap janin Susahnya, sebanyak 50% lebih ibu
yang mengalami Rubella tidak merasa apa-apa. Sebagian lain mengalami demam,
tulang ngilu, kelenjar belakang telinga membesar dan agak nyeri. Setelah 1-2
hari muncul bercak-bercak merah seluruh tubuh yang hilang dengan sendirinya
setelah beberapa hari. Tidak semua janin akan tertular. Jika ibu hamil
terinfeksi saat usia kehamilannya < 12 minggu maka risiko janin tertular
80-90 persen. Jika infeksi dialami ibu saat usia kehamilan 15-30 minggu, maka
risiko janin terinfeksi turun yaitu 10-20 persen.
Namun, risiko janin
tertular meningkat hingga 100 persen jika ibu terinfeksi saat usia kehamilan
> 36 minggu. Untungnya, Sindrom Rubella Kongenital biasanya terjadi hanya
bila ibu terinfeksi pada saat umur kehamilan masih kurang dari 4 bulan. Bila
sudah lewat 5 bulan, jarang sekali terjadi infeksi. Di samping itu, bayi juga
berisiko lebih besar untuk terkena diabetes melitus, gangguan tiroid, gangguan
pencernaan dan gangguan syaraf.
b. Pencegahan
Vaksinasi
sejak kecil atau sebelum hamil. Untuk perlindungan terhadap serangan virus
Rubella telah tersedia vaksin dalam bentuk vaksin kombinasi yang sekaligus
digunakan untuk mencegah infeksi campak dan gondongan, dikenal sebagai vaksin
MMR (Mumps, Measles, Rubella).Vaksin Rubella diberikan pada usia 15 bulan.
Setelah itu harus mendapat ulangan pada umur 4-6 tahun. Bila belum mendapat ulangan
pada umur 4-6 tahun, harus tetap diberikan umur 11-12 tahun, bahkan sampai
remaja. Vaksin tidak dapat diberikan pada ibu yang sudah hamil.
Deteksi
status kekebalan tubuh sebelum hamil. Sebelum hamil sebaiknya memeriksa
kekebalan tubuh terhadap Rubella, seperti juga terhadap infeksi TORCH
lainnya. Jika anti-Rubella IgG saja yang positif, berarti Anda pernah
terinfeksi atau sudah divaksinasi terhadap Rubella. Anda tidak mungkin terkena
Rubella lagi, dan janin 100% aman. Jika anti-Rubella IgM saja yang positif atau
anti-Rubella IgM dan anti-Rubella IgG positif, berarti anda baru terinfeksi
Rubella atau baru divaksinasi terhadap Rubella. Dokter akan menyarankan Anda
untuk menunda kehamilan sampai IgM menjadi negatif, yaitu selama 3-6
bulan.
Jika anti-Rubella IgG dan
anti-Rubella IgM negatif berarti anda tidak mempunyai kekebalan terhadap
Rubella. Bila anda belum hamil, dokter akan memberikan vaksin Rubella dan
menunda kehamilan selama 3-6 bulan. Bila anda tidak bisa mendapat vaksin, tidak
mau menunda kehamilan atau sudah hamil, yang dapat dikerjakan adalah mencegah
anda terkena Rubella. Bila sudah hamil padahal belum kebal, terpaksa berusaha
menghindari tertular Rubella dengan cara berikut: Jangan mendekati orang sakit
demam Jangan pergi ke tempat banyak anak berkumpul, misalnya Playgroup sekolah
TK dan SD. Jangan pergi ke tempat penitipan anak Sayangnya, hal ini tidak dapat
100% dilaksanakan karena situasi atau karena orang lain yang terjangkit Rubella
belum tentu menunjukkan gejala demam. Kekebalan terhadap Rubella diperiksa
ulang lagi umur 17-20 minggu. Bila ibu hamil mengalami Rubella, periksalah
darah apa benar terkena Rubella. Bila ibu sedang hamil mengalami demam disertai
bintik-bintik merah, pastikan apakah benar Rubella dengan memeriksa IgG danIgM
Rubella setelah 1 minggu. Bila IgM positif, berarti benar infeksi Rubella baru.
Bila ibu hamil mengalami Rubella, pastikan apakah janin tertular atau tidak.
Untuk memastikan apakah janin terinfeksi atau tidak maka dilakukan pendeteksian
virus Rubella dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Bahan pemeriksaan
diambil dari air ketuban (cairan amnion). Pengambilan sampel air ketuban harus
dilakukan oleh dokter ahli kandungan & kebidanan, dan baru dapat dilakukan
setelah usia kehamilan lebih dari 22 minggu.
c. Pemeriksaan
Pemeriksaan
rubella harus dikerjakan pada semua pasien hamil dengan mengukur IgG. Mereka
yang non-imune harus memperoleh vaksinasi pada masa pasca persalinan. Tindak lanjut
pemeriksaan kadar rubella harus dilakukan oleh karena 20% yang memperoleh
vaksinasi ternyata tidak memperlihatkan adanya respon pembentukan antibodi
dengan baik. Infeksi rubella tidak merupakan kontra indikasi pemberian ASI.
Tidak ada terapi khusus
terhadap infeksi Rubella dan pemberian profilaksis dengan gamma globulin pasca
paparan tidak dianjurkan oleh karena tidak memberi perlindungan terhadap
janin.Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella
IgG dana IgM. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi
adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki
kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM
terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18
minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.
d. Terapi AntiVirus
1. Acyclovir adalah anti
virus yang digunakan secara luas dalam kehamilan.
2. Acyclovir diperlukan
untuk terapi infkesi primer herpes simplek atau virus varicella zoster yang
terjadi pada ibu hamil.
3. Selama kehamilan dosis
pengobatan tidak perlu disesuaikan.
4. Obat antivirus lain yang
masih belum diketahui keamanannya selama kehamilan Amantadine dan Ribavirin
2. RUBELLA PADA PERSALINAN
a. Penyebab
Adanya kuman yang masuk
semisal karena dilakukan pemeriksaan dalam tanpa keadaan yang steril, juga akibatketuban
pecah dini sebelum proses persalinan.
b. Gejala Klinis
Suhu tubuh ibu panas,
detak jantung janin cepat, begitu pula dengan detak jantung ibu, air ketuban
hijau kental dan berbau. Hal ini bisa membahayakan kondisi ibu dan janinnya
bila tidak segera melahirkan.
c. Penanganan
Jika ditemukan keadaan
sangat gawat, bayi harus segera dilahirkan. Tentunya tergantung kondisi ibu
saat itu. Jika sudah waktunya mendekati persalinan, dilakukan tindakan vakum
atau forsep. Jika masih jauh waktunya dari persalinan, akan dilakukan operasi
meski dengan risiko bayi lahir prematur. Masalah operasi ini memang masih
kontroversial. ada kontroversi. Jika dalam keadaan infeksi dilakukan operasi,
luka pada tubuh ibu bisa memicu terjadinya sepsis. Namun jika bayi tak dikeluarkan
segera, akan terjadi hipoksia (kekurangan oksigen), bahkan kematian janin.
d. Pencegahan
Proses persalinan dilakukan dengan cara
dan peralatan yang steril mungkin, serta sedapat mungkin dibantu oleh tenaga
medis.
3. RUBELLA PADA NIFAS
a. Penyebab
Kuman
bakteri Infeksi sesudah persalinan dapat ditemui pada endometrium atau lapisan
dalam rahim. Infeksi dapat terjadi bila pertolongan persalinan tidak steril;
kondisi daya tahan tubuh menurun sehingga kuman yang tadinya tidak menimbulkan
penyakit jadi menimbulkan penyakit; banyaknya luka terbuka di rahim akibat
lepasnya plasenta, sehingga bila ada satu dua kuman yang masuk ke dalam luka
tersebut menimbulkan infeksi.
b. Gejala Klinis
Tergantung keganasan
kumannya serta masa inkubasi. Bisa dalam hitungan jam atau hari. Gejalanya ada
reaksi radang seperti suhu tubuh naik (panas tinggi) dan badan terasa nyeri,
menggigil, nafsu makan menurun. Pada hari kedua mungkin timbul perlawanan
antibodi-antigen. Kemudian keluarlah nanah yang berbau dari vagina/jalan lahir.
Jika berlanjut, kuman bisa masuk dalam aliran darah dan terjadi sepsis sehingga
harapan hidup si ibu kemungkinan sangat kecil.
c. Diagnosis
Ditegakkan berdasar gejala
klinis pada ibu masa nifas, yaitu panas tinggi, lokhia berbau/nanah, denyut
nadi cepat, rahim tidak berkontraksi secara adekuat.
d. Pengobatan
Di rawat di rumah sakit
dengan pemberian infus/cairan yang adekuat, antibiotik yang sesuai, dan
usahakan rahim berkontraksi.
e. Pencegahan
Persalinan diupayakan
dengan cara sesteril mungkin. Dianjurkan pula ibu hamil untuk imunisasi
terutama tetanus guna perlindungan saat pemotongan tali pusat dengan bayi.
Setelah persalinan, karena terjadinya perdarahan, biasanya dokter memberikan
obat-obatan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi. Meski ada juga dokter
yang tidak memberikan obat-obatan antibiotik dengan anggapan bahwa luka yang
diakibatkan persalinan adalah alami dan dapat sembuh sendiri. Selain itu,
penggunaan antibiotika dianggap boros dan membuat kuman tertentu menjadi resisten.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Infeksi
Rubella pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati atau
gangguan terhadap janin.Susahnya, sebanyak 50% lebih ibu yang mengalami Rubella
tidak merasa apa-apa. Sebagian lain mengalami demam, tulang ngilu, kelenjar
belakang telinga membesar dan agak nyeri. Setelah 1-2 hari muncul bercak-bercak
merah seluruh tubuh yang hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
Sedangkan dalam persalinan
terjadi akibat adanya kuman yang masuk karena dilakukan pemeriksaan dalam tanpa
keadaan yang steril, juga akibat ketuban pecah dini sebelum proses persalinan.
Selain itu Kuman bakteri Infeksi sesudah persalinan dapat ditemui juga pada
endometrium atau lapisan dalam rahim . Infeksi dapat terjadi bila pertolongan
persalinan tidak steril.
B. SARAN
Tenaga
Kesehatan di harapkan dapat mendeteksi sedini mungkin adanya tanda dan gejala
yang mengarah ke Rubella terutama pada ibu tersebut hamil, supaya ibu tidak
terlambat dalam mendapatkan penanganan.
DAFTAR PUSTAKA
Situs Judi Slot Online Gacor, Judi Bola, Agen Judi Online
BalasHapusSitus 여주 출장안마 judi slot online 거제 출장마사지 gacor dari ini indonesia 제천 출장안마 terbaru, 구미 출장샵 bandar judi bola dan judi online terpercaya no 1 익산 출장샵 di Indonesia.